[cerpen] Terbunuhnya Seorang Perempuan

Dia datang ke rumahku, dengan maskara belepotan, alis yang berantakan, nafasnya tak beraturan, balita tergandeng di tangan. Dia bilang, “Ada dua puluh ribuan? Uang taksinya kurang.” Dia hempaskan pantatnya di sofa, dia habiskan air es ...